Nutrisi dari program makanan gratis tetap dipertahankan meskipun ada perubahan pada makanan kering: Menteri

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, meyakinkan masyarakat akan terus mematuhi standar gizi dalam program Makan Gratis Bergizi (MBG), yang sementara dialihkan ke makanan kering selama Ramadan.

“Memenuhi persyaratan kandungan gizi tetap menjadi prioritas utama kami. Bahkan, pemerintah telah menempatkan ahli gizi di semua dapur MBG,” ujarnya saat memantau distribusi makanan kering dalam program tersebut di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Berbicara di SMA Negeri (SMAN) 3 Malang, Hasan menekankan bahwa operator dapur MBG, khususnya pengawas gizi mereka, diharuskan untuk memastikan bahwa setiap paket MBG mengandung protein, karbohidrat, dan serat yang cukup.

Ia juga menyoroti penyesuaian mekanisme makan selama Ramadan, mencatat bahwa pengiriman ke asrama Islam ditunda hingga beberapa jam menjelang waktu berbuka puasa, sementara distribusi kepada siswa non-Muslim di sekolah konvensional tetap berjalan seperti biasa.

Menteri menambahkan, “Distribusi kepada ibu hamil, anak di bawah lima tahun, dan ibu menyusui juga berjalan normal.”

Hasan kemudian menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memperluas cakupan program nasional, yang telah melayani lebih dari 60 juta orang sejak Januari 2025, dengan mengumpulkan data sekolah-sekolah yang belum terjangkau.

Dalam hal ini, ia menegaskan bahwa SMA Negeri (SMP) 2 Kota Malang termasuk di antara sekolah-sekolah yang belum terjangkau program tersebut.

“Saya telah meminta sekolah tersebut untuk menyerahkan data calon penerima agar kami dapat segera memperluas program MBG di sana. Instruksi yang sama berlaku untuk asrama-asrama yang belum terjangkau,” kata menteri tersebut.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Malang, Sasongko, melaporkan bahwa makanan kering MBG telah sampai kepada 1.060 siswa dan 98 staf di sekolah tersebut.

“Siswa dapat membawa pulang makanan tersebut untuk berbuka puasa nanti,” katanya.

Secara terpisah, Kepala SMA Negeri 2 Malang, Samsudin, mengatakan pihaknya telah memulai verifikasi jumlah siswa dan staf yang akan menerima paket MBG.

“Kami memiliki 1.572 siswa, bersama dengan 208 guru dan staf pendidikan,” katanya, menambahkan bahwa sekolah akan menindaklanjuti perintah Menteri Hasan dengan koordinasi teknis.

-Antara