Bank Dunia Ingatkan 4 Tantangan Kritis Bagi Indonesia di Tengah Perlambatan Global

Bank Dunia melalui laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2025, menyampaikan empat peringatan penting terkait kondisi perekonomian Indonesia. Koordinasi ini sejalan dengan tren global yang memperlihatkan potensi perlambatan ekonomi skala dunia.

Bank Dunia memotong estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari 5,1% menjadi sekitar 4,7%. Kondisi ini sejalan dengan turunnya proyeksi global menjadi 2,3%, yang merupakan pertumbuhan terlemah sejak 2008 (selain periode resesi). Defisit APBN diperkirakan melebar dari 1,7% menjadi sekitar 2,5% dari PDB pada 2025, meskipun masih di bawah batas maksimal 3%. Namun, program pengeluaran besar seperti jatah makan gratis bagi murid bisa mendorong defisit melebihi jika tidak diimbangi dengan reformasi penerimaan pajak.

Selain itu, Bank Dunia memperingatkan potensi dampak negatif dari ketegangan perdagangan global dan volatilitas harga komoditas, yang dapat memukul nilai ekspor, stabilitas nilai tukar, dan arus modal masuk. Bank Dunia mengimbau agar prioritas anggaran dialihkan ke program produktif, seperti kesehatan, pendidikan, dan perumahan, seiring mendorong reformasi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Kemudian, pemerintah Indonesia memberikan respon untuk melaksanakan program sosial secara bertahap, seperti feed program harus dilepas secara bertahap agar defisit tidak melonjak; perlu penataan ulang regulasi fiskal, perbaikan sistem pajak, dan penguatan audit untuk meningkatkan penerimaan hingga 1–1,5% PDB; diversifikasi ekspor dan cari mitra dagang baru untuk meredam tekanan dari perlambatan global; dan optimaliasi belanja publik, yaitu fokus pada sektor pro-pertumbuhan seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perumahan. 

Dalam konteks perlambatan ekonomi global, Bank Dunia menekankan pentingnya langkah tertata, seperti menjaga defisit fiskal, mereformasi pajak, dan mengarahkan belanja publik pada sektor strategis. Hal ini harus dilakukan sembari tetap menjalankan program sosial dalam skala terkontrol.