Dunia Akademik Internasional Digegerkan Trump: Visa Pelajar dan Pengajar Asing Dibatalkan

Pemerintah presiden Trump telah membatalkan lebih dari 700 visa pelajar dan pengajar Internasional dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran luas dikalangan akademisi, termasuk dari Indonesia dan Malaysia.

Langkah pembatalan tersebut menyasar pelajar atau akademisi yang terlibat dalam pro-Palestina di kampus-kampus Amerika. Kebijakan tersebut telah ditanda tangani Trump pada bulan Januari 2025 yang menginstruksikan penyelidikan terhadap pelajar asing yang terlibat dalam protes pro-Palestina di kampus-kampus AS. Apabila pelajar atau pengajar terindikasi melakukan hal tersebut, maka visa mereka dibatalkan.

Kebijakan tersebut mendapatkan penentangan dari beberapa kampus di AS seperti Harvard University, MIT, dan Columbia University. Kampus-kampus yang menentang, menyebutkan bahwa kebijakan tersebut melanggar kebebasan akademik dan hak asasi manusia.

Kemudian, Harvard University menolak permintaan pemerintah untuk mengeluarkan pelajar atau pengajar yang ikut dalam aksi pro-Palestina. Bahkan, Harvad menerima balasan atas penolakan tersebut dengan pemotongan dana federal dan ancaman status bebas pajak university bakal dicabut pemerintah.

American Association of University Professors telah mengambil tindakan untuk menggugat kebijakan tersebut. Hal ini sebagai bentuk “Deportasi Ideologis” yang mengancam integritas dunia akademik secara keseluruhan.

 

-Tin