Pekerja Indonesia di Malaysia Diprediksi Terus Menurun, Gaji Lebih Menarik di Negara Lain Jadi Pemicu

Jumlah pekerja asal Indonesia yang berkerja di Malaysia terus menunjukkan tren penurunan. Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Datuk Indera Hermono, menyampaikan bahwa pada tahun ini, jumlah pekerja Indonesia yang tercatat di Malaysia menurun menjadi sekitar 543.000 orang, menurun dari sekitar 591.000 orang pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini terutama terlihat di sektor konstruksi, di mana banyak pekerja kini lebih memilih negara seperti Jepang, Taiwan, Singapura, atau bahkan kawasan Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang menawarkan upah lebih tinggi.

Data dari Januari hingga 4 September 2025 menunjukkan pula turunnya realisasi kontrak kerja meskipun permintaan tinggi. Di sektor pekerja domestik, tercatat 22.651 permintaan tapi hanya 6.506 kontrak yang terealisasi. Di sektor formal (termasuk perkebunan), dari 11.394 permintaan hanya 9.106 kontrak yang disetujui.

Hermono menambahkan bahwa banyak pekerja yang menyelesaikan kontrak selama dua tahun, kemudian memilih untuk kembali pulang atau beralih ke negara lain. Hal ini menguatkan prediksi bahwa jumlah pekerja Indonesia di Malaysia akan terus menurun.

Saat ini, diperkirakan sekitar 62.000 pekerja Indonesia bekerja sebagai pekerja domestik, 177.000 di perkebunan, dan 114.000 di sektor konstruksi.

Hermono juga menyebut bahwa penurunan pekerja tidak berdokumen (undocumented) semakin signifikan, terutama berkat peningkatan operasi penegakan imigrasi. Dalam razia-razia, mayoritas yang ditemukan adalah pekerja dari Bangladesh atau Myanmar, bukan Indonesia.

Selain itu, jika moratorium pengiriman pekerja domestik Indonesia dicabut, kemungkinan akan terjadi lonjakan pengiriman ke negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, karena banyak pekerja yang berharap bisa bekerja di sana dengan imbalan yang lebih tinggi.