Penguatan Desa Wisata Lantan: UMKM Kopi dan Pemandu Wisata Ekowisata Jadi Fokus Program Hibah PkM dari Universitas Bumigora

Desa Wisata Lantan, yang terletak di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, kini mendapat perhatian serius melalui Program Hibah Kemendiktisaintek Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bumigora yakni Zahrah, M.Ec, Bagas Anggara, M.Par, dan Dr. Makiah, M.M. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan manajemen Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis ekowisata.

Desa Lantan dikenal memiliki keindahan alam dengan akses menuju Taman Nasional Gunung Rinjani serta budaya lokal yang masih terjaga. Selain itu, desa ini memiliki potensi kopi khas Lantan yang dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus produk unggulan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hasil survei tim PkM menunjukkan rata-rata pendapatan anggota Pokdarwis masih di bawah Rp1 juta per bulan, jauh dari standar UMR Lombok Tengah. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan keterampilan pemanduan wisata, kemampuan bahasa internasional, strategi pemasaran digital, serta pengelolaan produksi kopi.

Kami melihat Desa Lantan memiliki potensi besar, tapi masih perlu pendampingan agar pariwisatanya lebih profesional dan berdaya saing global,” ungkap Bagas Anggara, anggota tim PkM.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pengabdian, Ibu Zahrah, M.Ec. Ia menyatakan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga. “Melalui pendekatan ekowisata, kami berharap masyarakat Desa Lantan bisa lebih mandiri, kopi khas Lantan semakin dikenal, dan wisatawan mendapatkan pengalaman berkesan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan serta budaya lokal,” ujarnya.

Melalui program ini, tim dosen dan mahasiswa Universitas Bumigora menawarkan solusi berupa empat kegiatan utama:

  1. Pelatihan pemandu wisata, agar anggota Pokdarwis mampu menyampaikan informasi wisata dengan profesional
  2. Peningkatan keterampilan bahasa Inggris, khususnya kosa-kata pariwisata berkelanjutan.
  3. Penguatan pemasaran digital dan branding, dengan membuat video promosi, poster, serta menjalin kemitraan dengan sekolah, universitas, dan kopishop.
  4. Pendampingan pengolahan kopi Desa Lantan, termasuk legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, hingga penciptaan HAKI.

Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan poin 9 (Industri, Inovasi, Infrastruktur). Selain itu, kegiatan ini mendukung implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, serta misi pemerintah dalam Asta Cita, yakni pembangunan desa dan penguatan sumber daya manusia.

Target dari kegiatan PkM ini tidak hanya peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga lahirnya produk kopi Desa Lantan yang terdaftar secara resmi, peningkatan promosi wisata berbasis ekowisata di media sosial, hingga publikasi artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional.

Harapannya, kegiatan ini bisa membawa dampak nyata bagi masyarakat Desa Lantan. Bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kopi dan paket wisata ekowisata yang berkelanjutan,” tambah Bagas.

Dengan dukungan penuh masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak, Desa Wisata Lantan diharapkan dapat menjadi salah satu contoh sukses pengembangan desa wisata berbasis ekowisata di Nusa Tenggara Barat.

“Kegiatan tersebut tentu tidak akan bisa terlaksana dengan lancar tanpa dukungan dari Kemdiktisaintek”, Dr. Makiah menambahkan.

Tim PkM Universitas Bumigora mengucapkan terimakasih banyak kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2025