Pemerintah Malaysia Pertimbangkan Penghentian Subsidi Telur Ayam Mulai 1 Agustus

Pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan untuk menghentikan subsidi telur ayam gred A, B, dan C mulai 1 Agustus 2025, seiring dengan langkah penyesuaian subsidi secara bertahap yang telah dimulai sebelumnya. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi dan mengalihkan dana ke sektor agromakanan lain yang lebih mendesak.​

Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan, Datuk Seri Mohamad Sabu, menyatakan bahwa penghentian subsidi telur ayam dapat menghasilkan penghematan sekitar RM100 juta per bulan, yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sektor agromakanan lain yang lebih mendesak. ​

Namun, rencana ini mendapat perhatian dari berbagai pihak. Persatuan-Persatuan Pengguna Malaysia (FOMCA) mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan ini, karena dapat berdampak pada golongan berpendapatan rendah. Ketua Eksekutif FOMCA, T Saravanan, menyarankan agar pemerintah memastikan bahwa harga dan pasokan telur tetap stabil sebelum menghentikan subsidi. ​

Selain itu, Partai Islam Se-Malaysia (PAS) juga mendesak pemerintah untuk melakukan kajian mendalam mengenai dampak penghentian subsidi terhadap konsumen, terutama mereka yang berpendapatan rendah. PAS memperkirakan bahwa harga telur dapat meningkat antara 20% hingga 50% jika subsidi dihentikan, tergantung pada respons pasar dan produsen.

Sebelumnya, pada 1 November 2023, pemerintah telah menghentikan subsidi dan kontrol harga ayam, namun tetap melanjutkan subsidi untuk telur ayam. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kebocoran subsidi yang dinikmati oleh warga asing dan golongan berpendapatan tinggi.

Pemerintah berencana untuk memastikan bahwa harga telur tetap stabil dan pasokan mencukupi setelah penghentian subsidi. Langkah-langkah seperti pemantauan pasar dan kerja sama dengan industri akan dilakukan untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar.​

Keputusan akhir mengenai penghentian subsidi telur ayam akan diumumkan setelah pemerintah menyelesaikan kajian dan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

-Tin