Singapura Akan Mengakuisisi Lahan dari Malaysia untuk Peningkatan Perbatasan

Singapura Land Authority (SLA) dan Immigration & Checkpoints Authority (ICA), telah menetapkan perolehan dua bidang lahan milik pemerintah Malaysia di dekat Woodlands Checkpoint . Total luas yang akan diakuisisi mencapai sekitar 0,79 hektar, sedikit lebih besar dari lapangan sepak bola.

Akuisisi lahan ini dilakukan atas alasan berikut, yaitu lonjakan arus penumpang, pada 2024, volume harian pelintas di Woodlands Checkpoint naik 22% dari 269.000 (2023) menjadi 327.000, dan bahkan mencapai rekor 376.000 pada 20 Desember 2024, Proyeksi menunjukkan angka tersebut bisa mencapai 400.000 pelintas per hari pada 205. Selanjutnya, Akuisisi lahan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang rede­volent dan ekspansi bertahap Woodlands Checkpoint selama 10–15 tahun ke depan.

Rencana pembangunan pada proyek ini, yaitu pada fase pertama 2025 ini, Pembangu­nan perluasan di Old Woodlands Town Centre. Fasilitas clearance otomatis untuk kendaraan barang, mobil, dan sepeda motor. Perpanjangan Bukit Timah Expressway (BKE) langsung ke checkpoint untuk mengurangi kemacetan jalan lokal. 

Kemudian fase berikutnya, penambahan fasilitas clearance baru, retrofit atau peningkatan terhadap struktur lama, serta sistem otomasi seperti in‑car clearance, area holding kendaraan, dan pemeriksaan keamanan dilakukan di luar gedung utama.

Tujuannya ialah untuk mengurangi waktu tunggu puncak menjadi sekitar 15 menit serta meningkatkan efisiensi dan keamanan perbatasan.

Dalam proses pembangunan Singapura telah mengajukan proposal pembelian lahan ini pada Mei 2022 dan November 2023. Proses akuisisi dilakukan sesuai ketentuan Land Acquisition Act Singapura, dengan kompensasi berdasarkan nilai pasar dan opsi banding melalui Appeals Board jika diperlukan. Selain itu, siaran bersama SLA dan ICA, ditekankan komitmen terhadap kemitraan yang kuat dengan Malaysia untuk memperkuat konektivitas dan hubungan antar‑warga kedua negara.

Langkah ini tentunya sejalan dengan strategi jangka panjang Singapura untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi Woodlands Checkpoint sebagai pintu utama perbatasan darat antara Singapura dan Malaysia, sekaligus mengurangi beban kemacetan dan memperkuat hubungan bilateral.